#KlubStartup

Tampilkan postingan dengan label Ilmu Budaya Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Budaya Dasar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 April 2010

RESUME BAB 5 IBD : Manusia dan Keindahan

A. KEINDAHAN
  • Berasal dari kata indah, yang artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dsb.
  • Keindahan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Dimana dan kapanpun siapa saja bisa menikmati keindahan.
  • Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
  • Pengertian keindahan yg seluas-luasnya meliputi: Keindahan seni-alam-moral-intelektual
  • Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya.
  • Dan Keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapkannya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.

> Apa Sebab Manusia Menciptakan Keindahan?
  1. Tata nilai yang telah usang
  2. Kemerosotan Zaman
  3. Penderitaan manusia
  4. Keagungan Tuhan


B. RENUNGAN

Berasal dari kata renung, artinya diam-diam melakukan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam.
Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori diantaranya:

1.Teori PENGUNGKAPAN
Dalil dari teori ini ialah bahwa "Art is an expression of human feeling" (Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia).
Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris.

2.Teori METAFISIK
Merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni.
Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda di sekelilingnya dan sampai pada makna yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya.

3.Teori PSIKOLOGIS
Salah satunya ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903).
Seni merupakan semacam permainan y menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan.

Sebuah teori lagi yang termasuk teori PSIKOLOGIS ialah: Teori Penandaan (Signification Theory) yang memandang seni sebagai suatu lambang atau tanda dari perasaan manusia.



C. KESERASIAN
Berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dana sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang.
Keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualitas/pokok tertentu yang terdapat pada sesuatu hal.

a.) Teori Obyektif dan Subyektif
Pendukung teori obyektif adalah Plato, Hegel dan Bernard Bocanquat.
Pendukung teori subyektif adalah Henry Home, Earlof Shaffesbury, dan Edmund Burke.

Teori Obyektif berpendapat, bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat (kualitas) yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.

Teori Subyektif, menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda.


b.)Teori Perimbangan
Teori perimbangan berlaku dari abad ke-5 SM sampai abad ke-17 Masehi selama 22 abad.
Teori ini runtuh karena desakan dari filsafat empirisme dan aliran-aliran termasuk dalam seni.
Bagi mereka keindahan hanyalah kesan yang subyektif sifatnya.
Keindahan hanya ada pada pikiran orang yang menerangkannya dan setiap pikiran melihat suatu keindahan yang berbeda-beda.
Para seniman romantik umumnya berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dari tidak adanya keteraturan, yakni tersusun dari daya hidup, penggambaran, pelimpahan dan pengungkapan perasaan.

Rabu, 31 Maret 2010

Manusia

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.

Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.

Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan (orang) tua.

Selain itu masih banyak penggolongan-penggolongan yang lainnya, berdasarkan ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama (penganut agama/kepercayaan XYZ, warga negara XYZ, anggota partai XYZ), hubungan kekerabatan (keluarga: keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri, keluarga angkat, keluarga asuh; teman; musuh) dan lain sebagainya.


Populasi

Dalam kurun waktu 200 tahun dari 1800 sampai 2000, populasi dunia telah bertambah pesat dari satu hingga enam milyar. Diperkirakan mencapai puncaknya kira-kira sepuluh milyar selama abad ke-21. Sampai 2004, sebuah minoritas yang cukup besar — sekitar 2.5 dari jumlah 6.3 milyar jiwa — tinggal di sekeliling daerah perkotaan. Urbanisasi diperkirakan akan melonjak drastis selama abad ke-21. Polusi, kriminal dan kemiskinan hanyalah beberapa contoh dari masalah yang dihadapi oleh manusia yang tinggal di kota dan pemukiman pinggiran kota.


Asal Mula

Hewan terdekat dengan manusia yang masih bertahan hidup adalah simpanse; kedua terdekat adalah gorila dan ketiga adalah orang utan. Sangat penting untuk diingat, namun, bahwa manusia hanya mempunyai persamaan populasi nenek moyang dengan hewan ini dan tidak diturunkan langsung dari mereka. Ahli biologi telah membandingkan serantaian pasangan dasar DNA antara manusia dan simpanse, dan memperkirakan perbedaan genetik keseleruhan kurang dari 5% [2]. Telah diperkirakan bahwa garis silsilah manusia bercabang dari simpanse sekitar 5 juta tahun lalu, dan dari gorila sekitar 8 juta tahun lalu. Namun, laporan berita terbaru dari tengkorak hominid berumur kira-kira 7 juta tahun sudah menunjukkan percabangan dari garis silsilah kera, membuat gagasan kuat adanya percabangan awal silsilah tersebut.

Berikut beberapa gejala penting dalam evolusi manusia:

  • perluasan rongga otak dan otak itu sendiri, yang umumnya sekitar 1,400 cm³ dalam ukuran volumnya, dua kali lipat perluasan otak simpanse dan gorila. Beberapa ahli antropologi, namun, mengatakan bahwa alih-alih perluasan otak, penyusunan ulang struktur otak lebih berpengaruh pada bertambahnya kecerdasan.
  • pengurangan gigi taring.
  • penggerak bipedal (dua kaki)
  • perbaikan laring / pangkal tenggorokan (yang memungkinkan penghasilan bunyi kompleks atau dikenal sebagai bahasa vokal).

Bagaimana gejala-gejala ini berhubungan, dengan cara apa mereka telah menyesuaikan diri, dan apa peran mereka dalam evolusi organisasi sosial dan kebudayaan kompleks, merupakan hal-hal penting dalam perdebatan yang berlangsung di antara para ahli antropologi ragawi saat ini.

Selama tahun 1990an, variasi dalam DNA mitochondria manusia diakui sebagai sumber berharga untuk membangun ulang silsilah manusia dan untuk melacak perpindahan manusia awal. Berdasarkan perhitungan-perhitungan ini, nenek moyang terakhir yang serupa manusia modern diperkirakan hidup sekitar 150 milenium lalu, dan telah berkembang di luar Africa kurang dari 100.000 tahun lalu. Australia dijelajahi relatif awal, sekitar 70.000 tahun lalu, Eropa +/- 40.000 tahun lalu, dan Amerika pertama didiami secara kasarnya 30.000 tahun lalu, serta kolonisasi kedua di sepanjang Pasifik +/- 15.000 tahun lalu (lihat Perpindahan manusia).

Macam-macam kelompok agama telah menyatakan keberatan atas teori evolusi umat manusia dari sebuah nenek moyang bersama dengan hominoid lainnya. Alhasil, muncullah berbagai perbedaan pendapat, percekcokan, dan kontroversi. Lihat penciptaan, argumen evolusi, dan desain kepandaian untuk melihat pola pikir yang berlawanan.


Sang Individu

Manusia individu adalah subyek yang mengalami kondisi manusia. Ini diikatkan dengan lingkungannya melalui indera mereka dan dengan masyarakat melalui kepribadian mereka, jenis kelamin mereka serta status sosial. Selama kehidupannya, ia berhasil melalui tahap bayi, kanak-kanak, remaja, kematangan dan usia lanjut. Deklarasi universal untuk hak asasi diadakan untuk melindungi hak masing-masing individu.

Hati dan kesadaran

Pengalaman subyektif dari seorang individu berpusat di sekitar kesadarannya, kesadaran-diri atau pikiran, memperbolehkan adanya persepsi eksistensinya sendiri dan dari perjalanan waktu. Kesadaran memberikan naiknya persepsi akan kehendak bebas, meskipun beberapa percaya bahwa kehendak bebas sempurna adalah khayalan yang menyesatkan, dibatasi atau dilenyapkan oleh penentuan takdir atau sosial atau biologis. Hati manusia diperluas ke luar kesadaran, mencakup total aspek mental dan emosional individu. Ilmu pengetahuan psikologi mempelajari hati manusia (psike), khususnya alam bawah sadar (tak sadar). Praktek psikoanalisis yang dirancang oleh Sigmund Freud mencoba menyingkap bagian dari alam bawah sadar. Freud menyusun diri manusia menjadi Ego, Superego, dan Id. Carl Gustav Jung memperkenalkan pemikiran alam bawah sadar kolektif / bersama dan sebuah proses pengindividuan, menuangkan keragu-raguan untuk ketepatan pendefinisian individu ‘yang dapat diartikan’.

Emosi

Individu manusia terbuka terhadap emosi yang besar mempengaruhi keputusan serta tingkah laku mereka. Emosi menyenangkan seperti cinta atau sukacita bertentangan dengan emosi tak menyenangkan seperti kebencian, cemburu, iri hati atau sakit hati.

Seksualitas

Seksualitas manusia, di samping menjamin reproduksi, mempunyai fungsi sosial penting, membuat ikatan / pertalian dan hirarki di antara individu. Hasrat seksual dialami sebagai sebuah dorongan / keinginan badani, sering disertai dengan emosi kuat positif (seperti cinta atau luapan kegembiraan) dan negatif (seperti kecemburuan / iri hati atau kebencian).

Tubuh

penampilan fisik tubuh manusia adalah pusat kebudayaan dan kesenian. Dalam setiap kebudayaan manusia, orang gemar memperindah tubuhnya, dengan tato, kosmetik, pakaian, perhiasan atau ornamen serupa. Model rambut juga mempunyai pengertian kebudayaan penting. Kecantikan atau keburukan rupa adalah kesan kuat subyektif dari penampilan seseorang.

Kebutuhan individu terhadap makanan dan minuman teratur secara jelas tercermin dalam kebudayaan manusia (lihat pula ilmu makanan). Kegagalan mendapatkan makanan secara teratur akan berakibat rasa lapar dan pada akhirnya kelaparan (lihat juga malnutrisi).

Rata-rata waktu tidur adalah 8 jam per hari untuk dewasa dan 9–10 jam untuk anak-anak. Orang yang lebih tua biasanya tidur selama 6–7 jam. Sudah umum, namun, dalam masyarakat modern bagi orang-orang untuk mendapat waktu tidur kurang dari yang mereka butuhkan.

Tubuh manusia diancam proses penuaan dan penyakit. Ilmu pengobatan adalah ilmu pengetahuan yang menelusuri metode penjagaan kesehatan tubuh.

Kelahiran dan kematian

Kehidupan subyektif individu berawal pada kelahirannya, atau dalam fase kehamilan terdahulu, selama janin berkembang di dalam tubuh ibu. Kemudian kehidupan berakhir dengan kematian individu. Kelahiran dan kematian sebagai peristiwa luar biasa yang membatasi kehidupan manusia, dapat mempunyai pengaruh hebat terhadap individu tersebut. Kesulitan selama melahirkan dapat berakibat trauma dan kemungkinan kematian dapat menyebabkan rasa keberatan (tak mudah) atau ketakutan (lihat pula pengalaman hampir meninggal). Upacara penguburan adalah ciri-ciri umum masyarakat manusia, sering diinspirasikan oleh kepercayaan akan adanya kehidupan setelah kematian. Adat kebiasaan warisan atau penyembahan nenek moyang dapat memperluas kehadiran sang individu di luar rentang usia fisiknya. (lihat kekekalan).

Masyarakat

Meskipun banyak spesies berprinsip sosial, membentuk kelompok berdasarkan ikatan / pertalian genetik, perlindungan-diri, atau membagi pengumpulan makanan dan penyalurannya, manusia dibedakan dengan rupa-rupa dan kemajemukan dari adat kebiasaan yang mereka bentuk entah untuk kelangsungan hidup individu atau kelompok dan untuk pengabadian dan perkembangan teknologi, pengetahuan, serta kepercayaan. Identitas kelompok, penerimaan dan dukungan dapat mendesak pengaruh kuat pada tingkah laku individu, tetapi manusia juga unik dalam kemampuannya untuk membentuk dan beradaptasi ke kelompok baru.

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang menjelaskan interaksi antar manusia.

Bahasa

Kecakapan berpidato adalah sebuah unsur pendefinisian umat manusia, mungkin mendahului pemisahan populasi modern filogenetik (lihat Asal usul bahasa). Bahasa adalah pusat dari komunikasi antar manusia. Kata Yahudi untuk "binatang" (behemah) berarti "bisu", menggambarkan manusia sebagai "binatang berbicara" (kepandaian bercakap hewani). Bahasa adalah pusat dari sentuhan identitas ‘khas’ berbagai kebudayaan atau kesukuan dan sering diceritakan mempunyai status atau kekuatan supernatural (lihat Sihir / Gaib, Mantra, Vac). Penemuan sistem penulisan sekitar 5000 tahun lalu, yang memungkinkan pengabadian ucapan, merupakan langkah utama dalam evolusi kebudayaan. Ilmu pengetahuan Linguistik (ilmu bahasa) menjelaskan susunan bahasa, dan keterkaitan antara bahasa-bahasa berbeda. Diperkirakan ada 6000 bahasa yang diucapkan manusia saat ini. Manusia yang kekurangan kemampuan berkomunikasi melalui ucapan, umumnya bercakap-cakap menggunakan Bahasa Isyarat.

Agama

Dalam setiap kebudayaan manusia, kerohanian dan ritual mendapat ekspresi dalam bentuk tertentu. Elemen-elemen ini dapat menggabungkan secara penting pengalaman pribadi dengan pengalaman penyatuan dan komunal, seringkali membangkitkan emosi yang sangat kuat dan bahkan luapan kegembiraan. Kekuatan pengikat yang kuat dari pengalaman tertentu dapat terkadang menimbulkan kefanatikan atau agresi kepada manusia lain yang tidak termasuk dalam kelompok agamanya, berakibat perpecahan atau bahkan perang. Teokrasi adalah masyarakat yang dibentuk secara dominan oleh agama, diperintah oleh pemimpin suci atau oleh seorang pemuka agama. Agama dapat pula berperilaku sebagai alat penyaluran dan pengaruh dari norma budaya dunia dan tingkah laku yang wajar dilakukan manusia.

Keluarga dan teman sepergaulan

Individu manusia dibiasakan untuk bertumbuh menjadi seorang pelengkap yang berjiwa kuat ke dalam suatu kelompok kecil, umumnya termasuk keluarga biologis terdekatnya, ibu, ayah dan saudara kandung.

Sebagai seorang pelengkap berjiwa kuat yang serupa dapat dikelirukan dengan suatu kelompok kecil yang sama, yaitu teman sepergaulan sebaya sang individu, umumnya berukuran antara sepuluh hingga dua puluh individu, kemungkinan berkaitan dengan ukuran optimal untuk gerombolan pemburu. Dinamika kelompok dan tekanan dari teman dapat mempengaruhi tingkah laku anggotanya.

Seorang individu akan mengembangkan perasaan kesetiaan yang kuat kepada kelompok tertentu. Kelakuan manusia yang wajar termasuk seringnya hubungan sosial, dinyatakan dalam obrolan / percakapan, dansa, menyanyi atau cerita (dikenal dengan curhat).

Suku, bangsa dan negara bagian

Kelompok manusia yang lebih besar dapat disatukan dengan gagasan kesamaan nenek moyang (suku, etnis) atau kesamaan fokus budaya atau materi (bangsa atau negara bagian), sering dibagi lebih lanjut menurut struktur kelas sosial dan hirarki. Sebuah suku dapat terdiri dari beberapa ratus individu, sementara negara bagian modern terbesar berisi lebih dari semilyar. Konflik kekerasan di antara kelompok-kelompok besar disebut peperangan. Kesetiaan / pengabdian untuk kelompok yang besar seperti ini disebut nasionalisme atau patriotisme. Dalam keekstriman, perasaan pengabdian terhadap sebuah lembaga atau kewenangan dapat mencapai keekstriman pathologi, yang berakibat hysteria massa (gangguan syaraf) atau fasisme.

Antropologi budaya menjelaskan masyarakat manusia yang berbeda-beda, dan sejarah mencatat interaksi mereka berikut kesuksesan yang dialami. Organisasi dan pemerintahan bentuk modern dijelaskan oleh Ilmu Politik dan Ekonomi.

Kebudayaan dan peradaban

Sebuah peradaban adalah sebuah masyarakat yang telah mencapai tingkat kerumitan tertentu, umumnya termasuk perkotaan dan pemerintahan berlembaga, agama, iptek, sastra serta filsafat. Perkotaan paling awal di dunia ditemukan di dekat rute perdagangan penting kira-kira 10.000 tahun lalu (Yeriko, Çatalhöyük). Kebudayaan manusia dan ekspresi seni mendahului peradaban dan dapat dilacak sampai ke palaeolithik (lukisan goa, arca Venus, tembikar / pecah belah dari tanah). Kemajuan pertanian memungkinkan transisi dari masyarakat pemburu dan pengumpul atau nomadik menjadi perkampungan menetap sejak Milenium ke-9 SM. Penjinakan hewan menjadi bagian penting dari kebudayaan manusia (anjing, domba, kambing, lembu). Dalam masa sejarah ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang bahkan lebih pesat (lihat Sejarah iptek).

Renungan diri

Umat manusia selalu mempunyai perhatian yang hebat akan dirinya sendiri. Kecakapan manusia untuk mengintrospeksi diri, keinginan individu untuk menjelajahi lebih mengenai intisari diri mereka, tanpa terkecuali menghasilkan berbagai penyelidikan mengenai kondisi manusia merupakan pokok jenis manusia secara keseluruhan. Renungan diri adalah dasar dari filsafat dan telah ada sejak awal pencatatan sejarah. Artikel ini misalnya, karena ditulis oleh manusia, dengan sendirinya tak dapat luput dari contoh refleksi diri.

Manusia kerap menganggap dirinya sebagai spesies dominan di Bumi, dan yang paling maju dalam kepandaian dan kemampuannya mengelola lingkungan. Kepercayaan ini khususnya sangat kuat dalam kebudayaan Barat, dan berasal dari bagian dalam cerita penciptaan di Alkitab yang mana Adam secara khusus diberikan kekuasaan atas Bumi dan semua makhluk. Berdampingan dengan anggapan kekuasaan manusia, kita sering menganggap ini agak radikal karena kelemahan dan singkatnya kehidupan manusia (Dalam Kitab Suci Yahudi, misalnya, kekuasaan manusia dijanjikan dalam Kejadian 1:28, tetapi pengarang kitab Pengkhotbah meratapi kesia-siaan semua usaha manusia).

Ahli filsafat Yahudi, Protagoras telah membuat pernyataan terkenal bahwa "Manusia adalah ukuran dari segalanya; apa yang benar, benarlah itu; apa yang tidak, tidaklah itu". Aristotle mendeskripsikan manusia sebagai "hewan komunal" (ζωον πολιτικον), yaitu menekankan pembangunan masyarakat sebagai pusat pembawaan alam manusia, dan "hewan dengan sapien" (ζωον λογον εχων, dasar rasionil hewan), istilah yang juga menginspirasikan taksonomi spesies, Homo sapiens.

Pandangan dunia dominan pada abad pertengahan Eropa berupa keberadaan manusia yang diciri-cirikan oleh dosa, dan tujuan hidupnya adalah untuk mempersiapkan diri terhadap pengadilan akhir setelah kematian. Pencerahan / pewahyuan digerakkan oleh keyakinan baru, bahwa, dalam perkataan Immanuel Kant, "Manusia dibedakan di atas semua hewan dengan kesadaran-dirinya, yang mana ia adalah 'hewan rasionil'". Pada awal abad ke-20, Sigmund Freud melancarkan serangan serius kepada positivisme mendalilkan bahwa kelakuan manusia mengarah kepada suatu bagian besar yang dikendalikan oleh pikiran bawah sadar.

Dari titik pandang ilmiah, Homo sapiens memang berada di antara spesies yang paling tersama-ratakan di Bumi, dan hanya ada sejumlah kecil spesies tunggal yang menduduki lingkungan beraneka-ragam sebanyak manusia. Rupa-rupa usaha telah dibuat untuk mengidentifikasikan sebuah ciri-ciri kelakuan tunggal yang membedakan manusia dari semua hewan lain, misal: Kemampuan untuk membuat dan mempergunakan perkakas, kemampuan untuk mengubah lingkungan, bahasa dan perkembangan struktur sosial majemuk. Beberapa ahli antropologi berpikiran bahwa ciri-ciri yang siap diamati ini (pembuatan-perkakas dan bahasa) didasarkan pada kurang mudahnya mengamati proses mental yang kemungkinan unik di antara manusia: kemampuan berpikir secara simbolik, dalam hal abstrak atau secara logika. Adalah susah, namun, untuk tiba pada suatu kelompok atribut yang termasuk semua manusia, dan hanya manusia, dan harapan untuk menemukan ciri-ciri unik manusia yang adalah masalah dari renungan-diri manusia lebih daripada suatu masalah zoologi.

Minggu, 28 Februari 2010

KEKAYAAN ALAM

Kekayaan alam Indonesia tidak hanya hutan yang hijau, tetapi juga mineral tambang yang terkandung di Bumi Pertiwi yang harus kita banggakan.

Menurut data yang ada hutan Indonesia pada periode 1960-1970 sangat berbeda dengan data periode 1990-2000. Hasil Data Badan Planologi Departemen Kehutanan menyebutkan, luas hutan Indonesia sebelum 1970 hampir 192 juta ha.

Pada kurun 1980 sampai 1990, luas hutan diperkirakan 160 juta ha. Pada 1991,berdasarkan perkembangan tata guna hutan kesepakatan (TGHK) memperkirakan luas kawasan hutan Indonesia 143.970.615 ha. Lalu, berdasarkan hasil paduserasi TGHK dan tata ruang wilayah provinsi, itu tidak termasuk Timor Timur tahun 2001, luas kawasan hutan Indonesia tercatat 120.353.104 ha.


A. Laut-Laut di Indonesia

1 Laut Arafura : Di sebelah Selatan Kepulauan Aru
2 Laut Banda : Di sebelah Selatan Laut seram.
3 Laut Flores : Di sebelah Utara Pulau Flores.
4 Lautan Indonesia : Memanjang di sebelah Selatan dan Pulau Jawa.
5 Laut Hawa : Di sebelah Utara Pulau Jawa.
6 LautMaluku : Di sebelah Barat Pulau Halmahera
7 Laut Sawu : Di sebelah Selatan Pulau Flores
8 Laut Scram : Di Sebelah Utara Pulau Seram.
9 Laut Sulawesi : Di Sebelah Utara Pulau Sulawesi
10 Laut Timor : DisebelahTimur PulauTimor.

B. Pulau-Pulau Utama di Indonesia

1 Pulau Flores : Di sebelah selatan Laut Flores dan sebelah utara Laut Sawu.
2 Pulau Halmahera : Di Sebelah timur Laut Maluku.
3 Pulau Kalimantan : Di sebelah utara Laut Jawa
4 Pulau Seram : Di sebelah selatan Laut Seram dan di sebeh utara Laut Banda.
5 Pulau Sulawesi : Di sebelah selatan Laut Sulawesi dan di sebelah utara Laut Flores.
6 Pulau Sumatra : Di sebelah utara Lautan Indonesia.
7 Pulau Jawa : Di sehelah selatan Laut Jawa dan di sehelah utara Lautan Indonesia.
8 Pulau Sumbawa : Di sebelah utara Lautan Indonesia dan di sebelah selatan Laut Flores.
9 Pulau Timor : Di sebelah Barat Laut Timor dan di sebelah utara Lautan Indonesia.

C. Selat-Selat di Indonesia

1 Alas : Di antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
2 Alor : Di antara Pulau Lombleum dan Pulau Pantar
3 Badung : Di antara Pulau Bali dan Pulau Nusa Penida.
4 Bali : Di antara Pulau Jawa dan Pulau Bali.
5 Bangka : Di antara Pulau Bangka. Provinsi Sumatra Selatan.
6 Batahai : Di antara Pulau Moyo, Propinsi NTB.
7 Benggala : Di sebelah selatan Pulau Weh dan Banda Aceh.
8 Bengkalis : Di antara Pulau Bengkalis, Provinsi Riau.
9 Berhala : Di anlara Pulau Lingga, Provinsi Riau
10 Bungalaut : Di antara Pulau Siberut dan Pulau Sipoa.
11 Dampier : Di antara Pulau Gam dan Pulau Batanta.
12 Dumai : Di sehelah selatan Pulau Rupat, Provinsi Riau.
13 Durian : Di sebelah Timur Pulau Kunduran. Provinsi Riau.
14 Gaspar : Di antara Pulau Bangka dan Pulau Belitung.
15 Karimata : Di antara Pulau Sumatra dan Pulau Kalimantan.
16 Lewotobi : Di sebelah Barat Pulau Solor. Propinsi NTT.
17 Lembeh : Di sehelah utara Pulau lemheh.
18 Likunang : Di sebelah selatan Pulau Talisei.
19 Lintah : Di antara Pulau Rinca dan Pulau Komodo.
20 Lombok : Di antara Pulau Bali dan Pulau Lombok.
21 Madura : Di antara Pulau Jawa dan Pulau Madura.
22 Makassar : Di antara Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi.
23 Malaka : Di antara Pulau Sumatra dan negara Malaysia.
24 Manipa : Di antara Pulau Buru dan Pulau Ambon.
25 Ombai : Di antara Kepulauan alor dan Pulau Timor.
26 Panaitan : Di antara Pulau Panitan, Propinsi Jawa Barat.
27 Panjang : Di sebelah Selatan Pulau Padang. Provinsi Riau
28 Pantar : Di antara Pulau Pantar dan Pulau Alor.
29 Patinti : Di antara Pulau Bacan dan Pulau Makian.
30 Paleng : Di sebelah barat Pulau Paleng, Provinsi Sulawesi.
31 Raas : Di antara Pulau Sapudi dan Pulau Raas.
32 Riau : Disebelah selatan Pulau Bintan, Provinsi Riau.
33 Roti : Di antara Pulau Roti dan Pulau Semau.
34 Rupat : Di antara Pulau Rupat, Provinsi Riau.
35 Salabangka : Di sebelah Timur Provinsi Sulawesi Tenggara.
36 Sanding : Di sebelah Selatan Pulau Pagai.
37 Sapudi : Di antara Pulau Madura dan Pulau Sapudi.
38 Selayar : Di antara Pulau Selayar. Provinsi Sulawesi Selatan.
39 Siberut : Di antara Pulau Siberut dan Pulau Tanah Bata.
40 Sikakap : Di antara Pulau Pagai. Provinsi Sumatra Barat.
41 Sipora : Di antara Pulau Sipora dan Pulau Pagai.
42 Sumba : Di antara Pulau Flores dan Pulau Sumba.
43 Sunda : Di antara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa.
44 Tioro : Di sebelah utara Pulau Muna. Prop. Sulawesi Tenggara
45 Ujung Pandang : Di sebelah timur Pulau Sebuku, Prop. Kalimantan Timur
46 Wowoni : Di sebelah Barat Pulau Wowoni. Provinsi Sulawesi Tenggara.
47 Yapen : Di antara Pulau Yapen dan Pulau Biak.

D. Teluk-Teluk di Indonesia

1 Adang : Propinsi Kalimantan Timur
2 Aimere : Ngada, Nusa Tenggara Timur.
3 Airhitam : Pontianak, Kalimantan Barat.
4 Ampana : Poso Sulawesi Tengah.
5 Apar : Provinsi Kalimantan Timur.
6 Arus Tapanuli : Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
7 Balikpapan : Balikpapan, Kalimautan Timur.
8 Balok : Dendang. Pulau Belitung. Sumatra Selatan
9 Bangkalan : Janeponto, Sulawesi Selatan.
10 Bangkunet : Lampung Utara, Lampung.
11 Banten : Banten, Jawa Barat
12 Banyubiru : Banyuwangi, JawaTimur.
13 Baru : Pulau Lingga, Riau.
14 Batung : Kepulauan Pagal. Sumatra Barat.
15 Bayur : Padang Pariaman. Sumatra Barat.
16 Bakapai : Kutai, Kalimantan Timur.
17 Belang-Belang : Mamuju. Sulawesi Selatan.
18 Belatung : Lampung Selatan. Lampung.
19 Benawang : Musi Banyuasin, Sumatra Selatan.
20 Bengkolan : Pontianak. Kalimantan Barat.
21 Bima : Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
22 Bingkoka : Kolaka, Sulawesi Tenggara.
23 Bira : Faklak, Papua.
24 Biangmerang : Alor,NusaTenggaaraTimur.
25 Bone : Janeponto, Sulawesi Selatan.
26 Buli : Pulau Halmahera, Maluku.
27 Bulohan : Aceh Besar. Daerah Istimewa Aceh.
28 Bungus : Padang Pariaman, Sumatra Barat.
29 Cendrawasih / Irian : Manokwari. Papua.
30 Ciasem : Cilamaya, Jawa Barat.
31 Cilatereun : Garut. Jawa Barat.
32 Ciletuh : Sukabumi, Jawa Barat­
33 Dago : Sangir Talaud, Sulawesi Utara.
34 Dalam : Aceh Besar. DI Aceh.
35 Etna : Faklak, Papua.
36 Flaminggo : Merauke. Papua.
37 Garura : Berau. Kalimantan Timur.
38 Genteng : Bekasi, Jawa Barat.
39 Grayangan : Banyuwangi, JawaTimur.
40 Jakarta : Jakarta, DKl Jakarta,
41 Kabul : Sorong, Papua.
42 Kalono : Kendari, Sulawesi Tenggara.
43 Kaluku : Buton, Sulawesi Tenggara.
44 Kampa : Pulau Bangka. Sumatra Selatan.
45 Kamrau : Faklak, Papua.
46 Kau : Kau, Pulau Halmahera, Maluku.
47 Kendari : Kendari, Sulawesi Tenggara.
48 Klabat : Pulau Bangka, Sumatra Selatan.
49 Klumpang : Kotabaru, Kalimantan Selatan.
50 Kora : Muna, Sulawesi Tenggara.
51 Krui : Lampung Utara, Lampung.
52 Kumpit : Belitung, Sumatra Selatan.
53 Kupang : Kupang, Nusa Tenggara Timur.
54 Lada : Pandeglang. Banten.
55 Lahia : Kendari, Sulawesi Tenggara.
56 Lamata : Banggai, Sulawesi Tengah.
57 Lampung : Panjang, Lampung.
58 Langsa : Langsa, Daerah Istimewa Aceh.
59 Lasolo : Kendari, Sulawesi Tenggara.
60 Lassihing : Aceh Barat, Daerah Istimewa Aceh.
61 Lawelu : Buton, Sulwesi Tenggara.
62 Lumpung : Lampung Selatan, Lampung.
63 Malasoro : Janeponto, Sulawesi Selatan.
64 Mamuju : Mamuju, Sulawesi Selatan.
65 Manalu : Sangir Talaud, Sulawesi Utara.
66 Mandar : Polewali/Mamasa, Sulawesi Selatan
67 Mayalibit : Sorong, Papua.
68 Mengkudu : Langkat, Sumatra Utara.
69 Miulu : Sangir Talaud, Sulawesi Utara.
70 Nagaruyung : Ende, NusaTenggaraTimur.
71 Nangalili : Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
72 Ngalipaeng : Sangir Talaud, Sulawesi Utara.
73 Noilmino : Sikka, Nusa Tenggara Timur.
74 Nuri : Pontianak, Kalimantan Barat.
75 Pacitan : Pacitan,JawaTimur.
76 Padada : Lampung selatan, Lampung.
77 Painan : Pesisir Selatan, Sumatra Barat.
78 Paleleh : Gorontalo, Sulawesi Utara.
79 Palu : Donggala, Sulawesi Tengah.
80 Pamukan : Kotaharu, Kalimantan Selatan.
81 Pananjung : Pangandaran, Jawa Barat.
82 Pangandaran : Pangandaran, Jawa Barat.
83 Panggul : Wonocolu, JawaTimur.
84 parigi : Pangandaran, Jawa Barat.
85 Pasangkayu : Mamuju. Sulawesi Selatan.
86 Pasarwajo : Buton. Sulawesi Tenggara.
87 Pasangan : Kcpulauan Mentawai, Sumatra Barat.
88 Pelabuhan Ratu : Sukabumi, Jawa Barat.
89 Peleng : Banggai,Sulawesi Tengah.
90 Penyu : Cilacap, Jawa Tengah.
91 Perigi/Segorowedi : Trenggalek, Jawa Timur.
92 Peta : Sangir Talaud. Sulawesi Utara.
93 Piring : Belitung, Sumatra Selatan.
94 Poh : Banggai. Sulawesi Tengah.
95 Popoh : Popoh. Jawa Timur.
96 Poso : Poso, Sulawesi Tengah.
97 Pugung : Lampung Utara, Lampung.
98 Rajegwesi : Banyuwangi, JawaTimur.
99 Rantai : Lampung Selatan, Lampung.
100 Rembang : Pati, Jawa Tengah.
101 Sabang : Aceh Besar. D.1. Aceh.
102 Saleh : Dorokempu. Sumbawa. NTB.
103 Sanaton : Aceh Barat, D.I. Aceh.
104 Sanggar : Kore, Sumbawa.NTB.
105 Sangkulirang : Pasir, Kalimantan Timur.
106 Sebawang : Bulungan, Kalimantan Timur
107 Semangka : Kutoagung, Lampung.
108 Siberut : Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat.
109 Sibigo : Aceh Barat, Dl. Aceh.
110 Sibolga : Sibolga, Sumatra Utara
111 Siburu : Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat.
112 Silogui : Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat.
113 Sinabai : Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat.
114 Sariabang : Aceh Barat. DI Aceh.
115 Sukadana : Pontianak, Kalimantan Barat.
116 Suleman : Berau, Kalimantan Timur.
117 Taluda : Bolaang Mongonduow. Sulawesi Utara.
118 Tallabasi : Buton, Sulawesi Tenggara.
119 Taluti : Tehoru. Serum, Maluku.
120 Tambora : Kutai. Kalimantan Timur.
121 Tampang : Lunpung Utara, Lampung.
122 Tanahwangko : Minahasa, Sulawesi Utara.
123 Tiap : Kepalauan Pagai. Sumatra Barat.
124 Tolo : Kolonedale, Sulawesi Tengah.
125 Tombolata : Minahasa, Sulawesi Utara.
126 Tomini : Minahasa, Sulawesi Utara.
127 Totok : Minahasa, Sulawesi Utara.
128 Towori : Poso, Sulawesi Tengah.
129 Waikelo : Sumba Barat, NTT.
130 Waingapu : SumbaTimur. Nusa Tenggara Timur
131 Waiteba : FloresTimur. NusaTenggaraTimur
132 Wandamen : Manokwari. Papua.
133 Warai : Sorong. Papua.
134 Watubesi : Belu, Nusa Tenggara Timur.
135 Weda : Weda, Halmahera, Maluku.
136 Wertapin : Fakfak, Papua.

E. Ujung dan Tanjung di Indonesia.

1. Ujung Jambuair : DI. Aceh.
2. Ujung Raya : DI. Aceh.
3. Ujung Tuan : SumatraUtara.
4. Tanjung Pertandangan : SumatraUtara.
5. Tanjung Dowi : Pulau Nias.
6. Tanjung Jabang : Riau.
7. Tanjung Medang : Pulau Rapat, Riau.
8. Tanjung Basu : Pulau Basu, Riau
9. Tanjung Bio : Pulau Pagai, Bengkulu
10. Tanjung Indrapura : Sumatra Barat
11. Tanjung Sigep : Pulau Siberut
12. Tanjung Selasih : Bengkulu.
13. Tanjung Raja : Sumatra Selatan
14. Tanjung Kait : Sumatra Selatan
15. Tanjung Lumut : Sumatra Selatan
16. Tanjung Rata : Lampung.
17. Tanjung Paku : Pulau Bangka
18. Tanjung Baginda : Pulau Bangka
19. Tanjung Tual : Lampung.
20. Tanjung Cina : Lampung.
21. Tanjung Pontang : Jawa Barat.
22. Tanjung Alang-A1ang : Jawa Barat.
23. Tanjung Lesung : Jawa Barat.
24. Tanjung Pujut : Jawa Barat.
25. Tanjung Pamanukan : Jawa Barat.
26. Tanjung Karawang : Jawa Barat.
27. Tanjung Sadari : Jawa Barat.
28. Tanjung Genteng : Jawa Barat.
29. Tanjung Indramayu : JawaBarat.
30. Tanjung Tanah : Jawa Barat.
31. Tanjung Pemalang : JawaTengah.
32. Tanjung Losari : JawaTengah.
33. Tanjung Berebes : JawaTengah.
34. Tanjung Bugel : Jawa Tengah.
35. Tanjung Kurowelang : JawaTengah.
36. Tanjung Jati : Jawa Tengah.
37. Tanjung Karangboto : Jawa Tengah,
38. Tanjung Bendo : Jawa Tengah.
39. Tanjung Cumiring : Jawa Tengah.
40. Tanjung Sele : Papua.
41. Tanjung Fatagar : Papua.
42. Tanjung Sabra : Papua.
43. Tanjung D' Urville : Papua.
44. Tanjung Palpetu : Pulau Buru.
45. Tanjung Marsimang : Pulau Seram.
46. Tanjung Pangkalsiang : Sulawesi Tengah.
47. Tanjung Torowitan : Sulawesi Tengah.
48. Tanjung Flesko : Sulawesi Utara.
49. Tanjung Dondo : Sulawesi Tengah.
50. Tanjung Kandi : Sulawesi Tengah.
51. Tanjung Karang : Sulawesi Tengah.
52. Tanjung Malang : Sulawesi Tengah.
53. Tanjung Manimbaya : Sulawesi Tengah.
54. Tanjung Batuhitam : Sulawesi Tengah.
55. Tanjung Api : Sulawesi Tengah.
56. Tanjung Rangasa : Sulawes. Selatan.
57. Tanjung Patiro : Sulawesi Selatan.
58. Tanjung Dongkait : Sulawesi Selatan.
59. Tanjung Sambar : Kalimantan Barat.
60. Tanjung Bawang : Kalimantan Barat.
61. Tanjung Aru : Kalimantan Timur.
62. Tanjung Batu : Kalimantan Timur.
63. Tanjung Mangkaliat : Kalimantan Timur.
64. Tanjung Selatan : Kalimantan Selatan.
65. Tanjung Layar : Pulau Laut.
66. Tanjung Malatayur : Kalimantan Tengah.
67. Tanjung Puting : Kalimantan Tcngah.
68. Tanjung Bakung : Pulau Nusa Penida.
69. Tanjung Prancak : Pulau Bali.
70. Tanjung Pasir : Pulau Bali
71. Tanjung Mebulu : Pulau Bali.
72. Tanjung Pangkah : Jawa Timur.
73. TanlungAwar-Awar : Jawa Timur.
74. Tanjung Slaka : Jawa Timur.
75. Tanjung Purwa : Jawa Timur.
76. Tanjung Kodok : Jawa Timur.
77. Tanjung Capil : Jawa Timur.
78. Tanjung Pelindu : Jawa Timur.
79. Tanjung Gerinting : Jawa Timur.
80. Tanjung Pecinan : Jawa Timur.
81. Tanjung Sedano : Jawa Timur.

F. Gunung - Gunung di Indonesia

1 Abang (2.152 m) : Bali
2 Abang-abong (3.015 m) : DI Aceh
3 Agung (3.142 m) : Bali
4 Anjasmoro (2.273 m) : JawaTimur.
5 Anuan (3.673 m) : Sulawesi Selatan.
6 Api (5.000 m) : P. Sangir.
7 Arfak(2.940m) : Papua.
8 Argomayang (2.198 m) : Jawa Timur.
9 Argopuro(3.088m) : JawaTimur.
10 Arjuno (3.198 m) : Jawa Timur.
11 Awu (3.330 m) : Sulawesi Utara.
12 Balease (3.016 m) : Sulawesi selatan.
13 Bandahara(3.030m) : Sulawesi Utara.
14 Bapagat (2.732 m) : Bengkulu.
15 Bateekeubeu(2.840m) : Daerah Istimewa Aceh
16 Bateemecica (2.140 m) : Daerah Istimewa Aceh
17 Batukau (2.276 m) : Bali.
18 Batur (1.717 m) : Bali.
19 Batutara (3.750 m) : Nusa Tenggara Timur.
20 Besagi (2.232 m) : Sumatra Selatan.
21 Binaiya(3.019m) : Maluku.
22 Bismo (2.392 m) : Jawa Tengah.
23 Boliohutu (2.065 m) : Sulawesi Utara.
24 Bromo (2392 m) : Jawa Timur.
25 Bukitraya (2.278 m) : Kalimantan Barat.
26 Bukittunggul (2.203 m) : Jawa Barat.
27 Burangrong (2.064 m) : Jawa Barat.
28 Bumi Geureudong (2.670 m) : Daerah Istimewa Aceh
29 BumiTelong (2.600 m) : Daerah Istimewa Aceh.
30 Butak(2.868 m) : Jawa Timur
31 Butumpu(2.400m) : Sulawesi Tengah
32 Catur(2.098m) : Bali
33 Cemarakuning (2248 m) : JawaTimur.
34 Cikurai (2.821 m) : Jawa Barat.
35 Cireme(3.078m) : Jawa Barat.
36 Culo(2._509 M) : Jawa Barat.
37 Daku (2.304 m) : Sulawesi Utara.
38 Dali(2.253m) : Sulawesi Tengah.
39 Dampal (2.3(kt m) : Sulawesi Tengah.
40 Dempo(3.159m) : Bengkulu.
41 Derabaro (4.150 m) : Papua.
42 Dingin (2.0?0 m) : Bengkulu.
43 Dwikora(4.750m) : Papua.
44 Ebulolubo (2.123 m) : Nusa Tenggara Barat.
45 Gadang(2A66 m) : Bengkulu
46 Galunggung (2.168 m) : Jawa Barat
47 Gamalama(2.700m) : Maluku.
48 Gandadinata(3.074m) : Sulawesi Selatan.
49 Gawalisi(2.023m) : Sulawesi Tengah
50 Gedang (2.050 m) : Sumatra Barat
51 Gade(2.958m) : Jawa Barat.
52 Gentilomatinan (2.207 m) : Sulawesi Tengah.
53 Geureudong (2.590 m) : Daerah Istimewa Aceh.
54 Guntur (2.249 m) : Jawa Barat.
55 Harun (2.160 m) : KalimantanTimur.
56 Inerie (2.245 m) : Pulau Flores.
57 Jambangan (2.482 m) : JawaTimur.
58 Jaya/Ngapulu (5.030 m) : Papua.
59 Kabinturu (2.655 m) : Sulawesi Selatan.
60 Kalau(2.171 m) : Sumatra Utara.
61 Kalimutu(1.640m) : Nusa Tenggara Barat.
62 Kambuno (2950 m) : Sulawesi selatan.
63 Kancana (2.182 m) : Jawa Barat.
64 Kapaladmada(2.429m) : Maluku.
65 Karanggetung (2.700 m) : Sulawesi Utara.
66 Kawi (2.581 m) : Jawa Timur.
67 Keknemo(2.070m) : NusaTenggaraTimur.
68 Kelud(1.731 m) : Jawa Timur.
69 Kerindi (2.800m) : Sumatra Barat
70 Klabat (2.022m) : Sulawesi Utara
71 Kondo (3.000m) : Nusa Tenggara Barat.
72 Krakatau (913 m) : Lampung.
73 Kulawi (3331 m) : Sulawesi Tengah.
74 Kwoko(3.0(10m) : Papua.
75 Lambuno (2.443 m) : Sulawesi Tengah.
76 Lampo Batang (2.871 m) : Sulawesi Selatan.
77 Laworkawra(4.481 m) : Maluku.
78 Lawu(3.265 m) : JawaTimur.
79 Legatala (4.242 m) : Maluku.
80 Leuser (4.446 m) : Daerah Istimewa Aceh.
81 Liangpran (2.240 m) : Kalimantan Timur.
82 Liman (2215m) : JawaTimur.
83 Lompopana(2.480m) : Sulawesi Tengah.
84 Lumut(2.2234m) : SulawesiTengah.
85 Mad (2.552 m) : Sulawesi Tengah.
86 Mahameru (3.637 m) : Jawa Timur.
87 Maitang (2.262 m) : Sumatra Barat.
88 Malabar (2.321 m) : Jawa Barat.
89 Malino (2.443 m) : Sulawesi Tengah.
90 Mandala(4.700m) : Papua.
91 Marapi (2.891 in) : Sumatra Barat.
92 Maruwali(2.280m) : Sulawesi Tengah.
93 Masigit (2,078 m) : Jawa Barat.
94 Masurai (2.935 m) : Jambi.
95 Mengkoka (2.790 m) : Sulawesi Tenggara.
96 Merapi (2.914 m) : Jawa Tengah.
97 Merapi (2.800 m) : Jawa Timur.
98 Merbabu (3.142 m) : Jawa Tengah.
99 Mueajan (3.079 m) : Daerah Istimewa Aceh.
100 Muria(1602m) : JawaTengah.
101 Nangi (2.330 m) : Nusa Tenggara Barat.
102 Niewerkerk(4.185m) : Maluku.
103 Nokilalaki (2.355 in) : Sulawesi Tengah.
104 Ogoamas (2.565 m) : Sulawesi Tengah.
105 Ophir (2.191 m) : Sumatra Barat.
106 Panet Sagu (3,019 m) : Daerah lstimewa Aceh.
107 Pangrango (3.019 m) : Jawa Barat.
108 Panjang (2.023 m) : Daerah lstimewa Aceh.
109 Pantai Cermin (2.690 m) : Sumatra Barat
110 Papandayan (2.665 m) : Jawa Barat
111 Paroreang (2.616 m) : Sulawesi Selatan
112 Pasaman(1.900 m) : Sumatra Barat
113 Patah (2.817 m) : Bengkulu.
114 Patuha (2. 434 m) : Jawa Barat
115 Pekawa (2.314 m) : Sulawesi Tengah
116 Perahu (2.565 m) : Jawa Barat
117 Perkison (2.532 m) : DI Acek
118 Ranakah (2.400 m) : NTT
119 Rantemado (3.445 m) : Sulawesi Selatan
120 Raung (3.332 m) : Jawa Timur
121 Redoura (3.083 m) : Papua
122 Rerekautimdu (2.508 m) : Sulawesi Tengah
123 Rinjani (3.726 m) : Lombok
124 Rogojembangan (2.177 m) : Jawa Tengah
125 Runcing (2.221 m) : Bengkulu
126 Salai (2.040 m) : Sulawesi Tengah
127 Salak (2.211 m) : Jawa Barat
128 Sangiang (2.087 m) : Bali
129 Seblat (2.383 m) : Bengkulu
130 Segama (2.015 m) : DI Aceh
131 Semeru (3.676 m) : Jawa Timur
132 Serawerna (4.355 m) : Maluku
133 Sibela (2.111 m) : Maluku
134 Sibayak (2.172 m) : Sumatra Utara
135 Sibuatan (2457 m) : Sumatra Utara
136 Sidole (2.099 m) : Sulawesi Tengah
137 Sihabuhabu (2.300 m) : Sumatra Utara
138 Sinabung (2.214 m) : Sumatra Utara
139 Sinjai (2.669 m) : Sulawesi Selatan
140 Singgalang (2.877 m) : Sumatra Barat
141 Sopoimeim (2.199 m) : Sumatra Utara
142 Slamet (3.418 m) : Jawa Tengah
143 Sonjo (3.225 m) : Sulawesi Tengah
144 Sorik Merapi (2.145 m) : DI Aceh
145 Suket (2.950 m) : Jawa Timur
146 Sumbing (2.507 m) : Jambi
147 Sumbing (3.371 m) : Jawa Tengah
148 Sundoro (2.151 m) : Jawa Tengah
149 Talakmau (2.219 m) : Sumatra Barat
150 Talang (2.597 m) : Sumatra Barat
151 Tambora (2.851 m) : NTB
152 Tambusisi (2.422 m) : Suwawesi Tengah
153 Tampunanjing (2.008 m) : Sumatra Utara
154 Tandiket (2.438 m) : Sumatra Barat
155 Tangga (2.500 m) : Sumatra Barat
156 Tanggamas (2.102 m) : Lampung
157 Tangkilebak (2.115 m) : Bengkulu
158 Tangkuban Perahu (2.084 m) : Jawa Barat
159 Tanamatua (2.543 m) : Sulawesi Tengah
160 Talaga Bodas (2.201 m) : Jawa Barat
161 Tantolomatinan (2.207 m) : Sulawesi Utara
162 Tilu (2.040 m) : Jawa Barat
163 Tinjaulaut (2.105 m) : DI Aceh
164 Tinombala (2.183 m) : Sulawesi Tengah
165 Togwomeri (2.680 m) : Papua
166 Tolondokalaut (2.884 m) : Sulawesi Selatan
167 Towengkeli (2.229 m) : Sulawesi Tengah
168 Tumpu (2.400 m) : Sulawesi Tengah
169 Trikora (4.750 m) : Papua
170 Ulumasan (2.390 m) : DI Aceh
171 Ungaran (2.050 m) : Jawa Tengah
172 Watuwitu (2.000 m) : Sulawesi Tenggara
173 Wayang (2.181 m) : Jawa Barat
174 Wilirang (3.158 m) : Jawa Timur
175 Wetar (5.282 m) : Maluku
176 Wilis (2.169 m) : Jawa Timur
177 Windu (2.054 m) : Jawa Barat
178 Wurlali (4.668 m) : Maluku
179 Yamin (4.595 m) : Papua
180 Yaramamataka (3.370 m) : Papua