#KlubStartup

Tampilkan postingan dengan label Praktikum AP2B. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Praktikum AP2B. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Maret 2010

Listing n Output LA AP2B (PYTHON)

Listing:
a=input("masukkan nilai:")
p=a
q=1
r=2*a-1
for i in range(0,a):
for j in range(0,r):
if j == p :
for k in range (0,q):
print "*",
else :
print" ",
print
p = p-1
q=q+2


OUTPUT:


Senin, 08 Maret 2010

Struktur Perulangan dan Percabangan(Kondisi) pada Python

Perulangan

Perulangan dalam python sedikit berbeda dengan bahasa pemprograman lainnya. Python tidak hanya melakukan perulangan berdasarkan perubahan urutan artimatika, namun python juga mampu mengurut berdasarkan item-item ber-urut (sequence) seperti string dan list.


Untuk melakukan perulangan pada python, kita menggunakan keyword “ for “ yang dipasangkan dengan “ in “. Perlu diingat, perulangan merupakan sebuah blok statement yang dalam python ditandai dengan identasi.


Contoh perulangan berdasarkan item dalam string:

>>> kata = 'python'

>>> for i in kata:

... print i

...

p

y

t

h

o

n


Contoh perulangan berdasarkan item dalam list:

>>> keluarga = ['Ayah','Ibu','Anak','Kakek', 'Nenek']

>>> for n in keluarga:

... print 'Selamat ulang tahun '+n

...

Selamat ulang tahun Ayah

Selamat ulang tahun Ibu

Selamat ulang tahun Anak

Selamat ulang tahun Kakek

Selamat ulang tahun Nenek


>>> z = 0 # inisialisasi nilai variabel z

>>> kalimat = 'Belajar Python'

>>> kalimat.__len__() # jumlah item

14

>>> for y in kalimat:

... print z

... z += 1

...

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13


Contoh diatas mencoba menggambarkan perulangan yang menggunakan urutan item, dalam contoh diatas kita menggunakan string. Python juga mendukung perulangan dengan cara yang lebih tradisional dengan menggunakan perubahan urutan aritmatika. Untuk melakukan ini, kita menggunakan built in function “ range() “.


Perulangan menggunakan range():

>>> for i in range(10):

... print i

...

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9


Pada contoh diatas, kita melakukan perulangan sebanyak sepuluh kali. Fungsi range() dapat digunakan dalam beberapa bentuk, perhatkan contoh dibawah!


>>> for i in range(1,10,2):

... print i

...

1

3

5

7

9


Fungsi range() pada contoh diatas, menggunakan tiga argumen ( “ 1 “, “ 10 “, “ 2 “). Argumen pertama merupakan awal mulai perulangan, yang kedua akhir perulangan, sedangkan yang ketiga adalah jumlah penambahan.


Perulangan dimulai dari 1, lalu diikuti dengan 1 + 2 yaitu 3, diikuti lagi dengan 3 + 2 yaitu 5 dan begitu seterusnya.


Fungsi range() juga dapat mengurut kebawah dengan melakukan pengurangan. Misalkan awal perulangan adalah 10 dan akan dikurangi 1 untuk setiap perulangan hingga medapatkan nilai 0, kode kita harus diubah menjadi:


>>> for i in range(10,0,-1):

... print i

...

10

9

8

7

6

5

4

3

2

1


Selain menggunakan “ for “, kita juga dapat melakukan perulangan dengan menggunakan “ while “. Perulangan akan dilakukan selama acuan bernilai True. Dalam python untuk setiap number selain nol (“ 0 “) bernilai true.


Perulangan menggunakan while:

>>> x = 3

>>> while x:

... print x

... x -= 1

...

3

2

1




Percabangan(Kondisi)


Sama seperti bahasa pemprograman lain, python juga menggunakan “ if “ sebagai keyword. Pemakaian “if “ lebih kurang mirip dengan “ for “, hal ini dikarenakan keyword if merupakan sebuah blok statement.


Keyword yang umum digunakan bersama “ if “ adalah: “ else “ (selain itu) dan “ elif “ (selain itu, jika).


Perhatikan contoh dibawah:

>>> x = True

>>> if x:

... print "X bernilai benar"

... else:

... print "X bernilai salah"

...

X bernilai benar


>>> x = False

>>> if x:

... print "X bernilai benar"

... else:

... print "X bernilai salah"

...

X bernilai salah


Untuk kasus yang lebih konvensional perhatikan contoh dibawah:

>>> nilai_angka = 87

>>> if (nilai_angka > 0) and (nilai_angka <= 35):

... print "Nilai angka = " + str(nilai_angka) + " sedangkan nilai huruf = C"

... elif (nilai_angka >=36) and (nilai_angka <=70):

... print "Nilai angka = " + str(nilai_angka) + " sedangkan nilai huruf = B"

... else:

... print "Nilai angka = " + str(nilai_angka) + " sedangkan nilai huruf = A"

...

Nilai angka = 87 sedangkan nilai huruf = A


Contoh diatas mendemonstrasikan percabangan yang melibatkan operator logika “ and “. Kasus yang diselesaikan adalah konversi nilai angka menjadi nilai huruf. Jika nilai angka besar dari nol dan kecil sama dengan 35, maka nilai huruf adalah C. Jika nilai angka besar sama dengan 36 dan kecil sama dengan 70 maka nilai huruf adalah B, selain itu (jika besar sama dari 71) maka nilai huruf adalah A. Pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan bahasa pemprograman yang lain.


Sesuai kebutuhan, operator logika “ or “ juga bisa digunakan dalam percabangan. Perhatikan contoh dibawah:

>>> login = False

>>> password = 'python'

>>> if (login) or (password == 'python'):

... print 'Selamat datang'

... else:

... print 'Silahkan login dahulu'

...

Selamat datang


>>> login = False

>>> password = 'sython'

>>> if (login) or (password == 'python'):

... print 'Selamat datang'

... else:

... print 'Silahkan login dahulu'

...

Silahkan login dahulu


Contoh penggunaan “ if “ di dalam “ if “ (Nested IF):

>>> gender = "Pria"

>>> umur = 22

>>> if gender is "Pria":

... if umur >= 21:

... print "Sudah boleh menikah"

... else:

... print "Belum boleh menikah"

... else:

... if umur >= 16:

... print "Sudah boleh menikah"

... else:

... print "Belum boleh menikah"

...

Sudah boleh menikah


Berikut operator yang umumnya digunakan dalam percabangan:

==Sama dengan

!=Tidak sama dengan

>Besar dari

>=Besar sama

<=Kecil sama

Senin, 22 Februari 2010

Bahasa Pemrogaman PHYTON

Python adalah bahasa pemrograman dinamis yang mendukung pemrograman berorientasi obyek. Python dapat digunakan untuk berbagai keperluan pengembangan perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai platform sistem operasi. Seperti halnya bahasa pemrograman dinamis, python seringkali digunakan sebagai bahasa skrip dengan interpreter yang teintergrasi dalam sistem operasi. Saat ini kode python dapat dijalankan pada sistem berbasis:

Python didistribusikan dengan beberapa lisensi yang berbeda dari beberapa versi. Lihat sejarahnya di Python Copyright. Namun pada prinsipnya Python dapat diperoleh dan dipergunakan secara bebas, bahkan untuk kepentingan komersial. Lisensi Python tidak bertentangan baik menurut definisi Open Source maupun General Public License (GPL).

Sejarah

Python dikembangkan oleh Guido van Rossum pada tahun 1990 di CWI, Amsterdam sebagai kelanjutan dari bahasa pemrograman ABC. Versi terakhir yang dikeluarkan CWI adalah 1.2.

Tahun 1995, Guido pindah ke CNRI sambil terus melanjutkan pengembangan Python. Versi terakhir yang dikeluarkan adalah 1.6. Tahun 2000, Guido dan para pengembang inti Python pindah ke BeOpen.com yang merupakan sebuah perusahaan komersial dan membentuk BeOpen PythonLabs. Python 2.0 dikeluarkan oleh BeOpen. Setelah mengeluarkan Python 2.0, Guido dan beberapa anggota tim PythonLabs pindah ke DigitalCreations.

Saat ini pengembangan Python terus dilakukan oleh sekumpulan pemrogram yang dikoordinir Guido dan Python Software Foundation. Python Software Foundation adalah sebuah organisasi non-profit yang dibentuk sebagai pemegang hak cipta intelektual Python sejak versi 2.1 dan dengan demikian mencegah Python dimiliki oleh perusahaan komersial. Saat ini distribusi Python sudah mencapai versi 2.6.1 dan versi 3.0.

Nama Python dipilih oleh Guido sebagai nama bahasa ciptaannya karena kecintaan guido pada acara televisi Monty Python's Flying Circus. Oleh karena itu seringkali ungkapan-ungkapan khas dari acara tersebut seringkali muncul dalam korespondensi antar pengguna Python.

Fitur

Beberapa fitur yang dimiliki Python adalah:

  • memiliki kepustakaan yang luas; dalam distribusi Python telah disediakan modul-modul 'siap pakai' untuk berbagai keperluan.
  • memiliki tata bahasa yang jernih dan mudah dipelajari.
  • memiliki aturan layout kode sumber yang memudahkan pengecekan, pembacaan kembali dan penulisan ulang kode sumber.
  • berorientasi obyek.
  • memiliki sistem pengelolaan memori otomatis (garbage collection, seperti java)
  • modular, mudah dikembangkan dengan menciptakan modul-modul baru; modul-modul tersebut dapat dibangun dengan bahasa Python maupun C/C++.
  • memiliki fasilitas pengumpulan sampah otomatis, seperti halnya pada bahasa pemrograman Java, python memiliki fasilitas pengaturan penggunaan ingatan komputer sehingga para pemrogram tidak perlu melakukan pengaturan ingatan komputer secara langsung.

Input / Output

Contoh Input :

 nama = raw_input("Masukkan nama Anda: ")


Contoh Output :

 print "Halo", nama, ":)"

Hello World

   print "Hello, world!"



Sumber: id.wikipedia.org