#KlubStartup

Tampilkan postingan dengan label Tugas Soft Skill 2IA16 Part 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Soft Skill 2IA16 Part 3. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 November 2010

Cita-Cita : Sesuatu yang harus dicapai?


Ngomongin soal cita-cita, saya jadi teringat jawaban anak kecil klo ditanya "Kalo udah gede mau jadi apa?", dan dengan polosnya anak kecil itu menjawab, "Dokter!!". Ya, itu jawaban anak kecil, nah bagaimana jawaban mereka setelah pelan-pelan beranjak ke remaja sampai dewasa. Pastinya pikiran dan jawaban yg kritis sudah menjadi beban pikiran mereka. Tidak jauh berbeda dengan itu, saya pun begitu. Jika ditanya soal cita-cita di masa depan, banyak banget yg terlintas di kepala. Oleh karena itu, dalam tulisan ini saya akan sedikit bercerita tentang cita-cita saya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.Let see..

Ga perlu cita-cita yg muluk2 banget, dalam jangka pendek ini saya pengen menyelesaikan kuliah TI yg sedang saya jalani tepat 8 Semester. Emang masih jauh sih perjalanannya, mengingat saya masih duduk di semester 3. Di semester 3 ini, beban kuliah memang lebih ke tugas-tugas bawaan dari mata kuliah dan beberapa praktikum aja sih. Makanya sebelum menapaki perjalanan serius di Semester 5 ke atas, saya pingin jalanin Semester 3 dan 4 ini dengan STS(Serius Tapi Santai). Dan sambil menjalani kuliah, ga ada salahnya saya mulai melirik peluang-peluang bisnis kecil2an yg bisa dilakukan sesama anak kuliahan khususnya anak TI ini (Saya percaya segala sesuatu itu dimulai dari hal-hal yang kecil, sebelum nantinya mengarah ke yg lebih besar). Pekerjaan Free-Lance yg banyak tersedia di Internet pun masih memungkinkan untuk saya jalani. Tapi, ya itu tadi, semua harus dimulai dari yang kecil terlebih dahulu. Cari dan terus cari, Belajar dan Terus Belajar, pastinya ada waktunya nanti buat saya. Yap, itulah cita-cita jangka pendek saya, "LULUS dalam waktu 4 tahun".

Gelar S1 TI uda didapet, target jangka pendek sudah terpenuhi, saatnya target cita-cita jangka panjang. Lulus dari TI pastinya ilmu yang saya dapet harus saya terapkan di masyarakat donk. Berarti, jangka panjang saya ga jauh dari TI, kerja di bidang TI, bisa jadi Programmer, System Analyst, Database Administrator, dsb. Atau malah justru dapet job di luar job-job yang lazim dimiliki lulusan TI, no problem. Ilmu ini terus berkembang, selama saya membuka diri saya untuk berbagai bidang pekerjaan yang emang cocok ama diri saya, kenapa ga? Dan syukur-syukur, saya nanti bisa jadi seorang TechnoPreneurship(Wirausahawan Teknologi). Saya ga tau apa yang Tuhan rencanakan nanti buat diri saya ini. Saya hanya bisa berkata "Just let this life flow". Seperti sebuah filosofi, "Manusia hanya bisa berusaha, Tuhan yang menentukan". Yaks, panjang lebar cerita saya ini, intinya Jangka Panjang saya, "Mengambil PERAN yang berarti di bidang ICT ini".

Nah, terakhir mungkin lebih tepat disebut IMPIAN. Dari kecil, saya punya suatu impian yang rada ga masuk akal "Masuk ke Gedung SQUARE ENIX di Jepang". Yap, SQUARE ENIX, Developer Game favorit saya khususnya Franchise FINAL FANTASY. Pengen rasanya ngelihat langsung, proses developing game FF di sana. Bertegur sapa dengan sang Designer TETSUYA NOMURA, sang Creator HIRONOBU SAKAGUCHI, dan sang Composer legendaris NOBUO UEMATSU. Ups, impian tetap impian, tapi justru dengan adanya impian itu saya mampu menatap dengan optimis cita-cita. So, Let your Dream still remains in your Mind.

Logo SQUARE ENIX


Akang Tetsuya Nomura


Bung Nobuo Uematsu
Ok, sekian pembahasan cita-cita saya ke depan, mungkin agak muluk juga. Muluk ga muluk, asal kita ga terbuai dengan semua itu no problem. Toh, nantinya jalan hidup bisa berubah juga tanpa kita sadari. Sesuai dengan judul tulisan ini "Cita-Cita: Sesuatu yang harus dicapai?" , tanda tanya (?) disini saya maksudkan bahwa jalan menuju cita-cita itu sendiri tidak selalu lurus. Pasti ada berbagai halang-rintangan yang menghadang. Yang terpenting, saya benar-benar bisa menjalani momen kuliah ini dengan sebaik-baiknya tanpa lupa untuk bersyukur pada Tuhan YME. Semoga.

Serba-Serbi di Harry Potter and the Deathly Hallows

Menyambut rilis filmnya yang ke-7 dan terakhir ini, gw secara iseng2 minjem Novel HP 7 punya temen gw dan ternyata gw lsg addict sama Novel yang ke-7 dari Mrs. J.K. Rowling ini. Tepat 1 bulan gw nyelesein nih novel walaupun ada juga beberapa Bab yg gw skip. Cerita yang kompleks ini sangat pantas untuk dinantikan di layar lebar nanti. Part 1 dari film ini akan mulai dirilis pada 19 November 2010 (tepat pada hari gw buat tulisan ini).

Nah, disini gw coba kasih serba-serbi yang mungkin berguna sebagai panduan saat menonton filmnya nanti, diantaranya:


1.) 7 Horcrux Voldemort
(Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Horcrux)





2.) 3 Deathly Hallows (Relikui Kematian) di HP 7
(Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Harry_Potter_dan_Relikui_Kematian)

Relikui Kematian adalah tiga benda legendaris yang dapat menaklukan kematian:
  • Tongkat Sihir Elder (Elder Wand)
  • Batu Kebangkitan (Resurrection Stone)
  • Jubah Gaib (The Invisibility Cloak)




3.) 7 Harry Potter
Inilah yang unik di HP 7 ini. Dalam upaya meloloskan diri dari kejaran Voldemort dan para Pelahap Mautnya, Harry dibantu oleh teman-temannya di Orde Phoenix.Disini 6 teman Harry menyamar menjadi Harry dengan ramuan polyjus dari sejumput rambut Harry untuk mengelabui Voldemort. Wah, lucu juga liat Hermione dan Fleur jadi Harry, Harry jadi keliatan Feminim.Hihi..



Yapz, kira-kira itulah sedikit serba-serbi yang bisa gw bagikan kepada temen2 penggemar Harry Potter. Semoga bermanfaat. n.n


Pengalaman Pribadi: Tahun Pertama Kuliah-ku

KULIAH??KERJA?? Dua kata itu yang terus terbenak dalam pikiran gw saat memasuki masa-masa akhir SMA. Sempet ada lowongan untuk magang kerja di BCA saat itu, tapi akhirnya gw cancel setelah mengikuti kemauan Papa untuk fokus (mau ga mau gw harus ngikutin filosofi "Keinginan Orang Tua buat anaknya itu yang Terbaik"). Bulan Februari 2009, gw sempet ikut SIMAK UI yang konon katanya UI itu Universitas Bergengsi di Indonesia. Apa daya, tempat gw emang bukan di sana. Dan selanjutnya UMB sampah SNMPTN, gw nurutin kata Papa aja deh buat kuliah di Universitas Swasta aja. Dengan sedikit bantuan dana dari Paman dan Bibi gw (Thx a lot Om.. Tante..) yang uda masyhur, gw mencoba menapaki jalan menuju mahasiswa. Finally, tibalah gw di Universitas Gunadarma, Xmalang, Bekasi.

Lokasi Kampus yang tidak jauh-jauh banget dari rumah gw menjadi alasan yg paling mendasar dari my Papa buat memasukkan gw ke sini. Proses Registrasi ini-itu beres, Administrasi beres, dan dimulailah aktivitas awal Perkuliahan. Diawali dengan PPSPPT(Pengenalan Program Studi dan Program Pendidikan Tinggi), dilaksanakan di Auditorium Lt.6 Kampus J Kalimalang. Di PPSPPT awal, Ibu2 dan Bapak2 Pembina mulai mengenalkan sedikit gambaran tentang perkuliahan kepada para mahasiswa-baru ini . Rasa penasaran dan semangat memulai perkuliahan masih jelas terpampang pada muka-muka Ma-Ba yang tak berdosa ini. Selesai PPSPPT, jadwal-jadwal pun sudah menanti.Dimulai dengan kuliah perdana di Kampus D, Margonda, Depok sampai PPSPPT Fakultas (istilah OSPEK di Gunadarma) di Kampus J.

Yap, dengan penuh OPTIMISME, gw ngejalanin hari-hari pertama kuliah gw. Motor baru yang baru dibeliin Papa, HONDA REVO Black-Blue 110cc dengan bangganya gw bawa ke kampus. Laptop LENOVO G450 juga setia menemani gw WiFi-an di lt.3 (yang katanya paling kenceng). Wah, bener perasaan bocah polos yang baru jadi mahasiswa terasa sangat waktu itu. Duduk di kelas 1IA18 bersama teman-teman yang di awal masih JaIm-JaIm. Tapi, setelah acara kelas yang bertajuk "BUKA PUASA BERSAMA 1IA18" di Food Court BCP(Bekasi Cyber Park) itu, perlahan-lahan rasa kebersamaan dan solidaritas dari kelas ini mulai terasa.Mulai dari ngejahilin yang namanya NOPY Achmianty oleh para NOPY HOLIC, sampai yang namanya Sharing LA. Di sini kerasa banget suasana persaudaraannya, terlepas dari suasana dalam KBM(Kegiatan Belajar Mengajar) yang terkadang kelewat banyak becanda dibanding belajarnya (Maklum masih tingkat 1, masih bandel2nya pengen coba ini-itu). Kelas 1IA18 ini juga sempat jadi SemiFinalis Turnamen Futsal antar kelas TI Xmalang 2009 waktu itu (1IA16-1IA25). Walau kalah di semi-final, tapi kelas kami kalah secara terhormat dalam Adu Penalti yang menegangkan waktu itu melawan 1IA22(Moga2 ga salah nyebut). Aktivitas perkuliahan pun berjalan dengan semestinya, Kuliah-Praktikum-Persentasi-Futsal-UTS-UAS sampai Ujian Utama.



Suasana Buka Puasa Bersama di Food Court BCP (Masih pada botak)


Tim Futsal 1IA18


Foto Bersama RetRet KMK di depan Wisma GedangAnak, Ungaran, Semarang

Ujian Utama berakhir, saatnya acara perpisahan kelas 1ia18 ke Yogyakarta. Sayangnya gw ga bisa ikut waktu itu karena harinya yang kebetulan bentrok dengan acara RetRet dari organisasi KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik) Gundarma. Acara RetRet dari KMK yang sangat berkesan karena disini gw dapet bnyk temen baru yang seiman. Daerah Ungaran, Semarang jadi Destination acara RetRet ini. Terasa banget kehidupan kita tanpa orang tua, suasana SILENSIUM di dalam WISMA GedangAnak di Ungaran. Romo dan bruder yang gokil abis. Unforgetable.

Liburan panjang semester genap di Gunadarma ini, gw isi dengan kesibukan kegiatan-kegiatan organisasi di KMK. Di sini, gw mulai ngerasain betapa melelahkannya perjalanan bolak-balik Bekasi-Depok-Bekasi demi kegiatan KMK tersebut. Kadang saat hari-hari kosong tanpa tugas yang berarti terasa sangat membosankan. Makan-Tidur-Makan-Tidur, kayak lagu Alm.Mbah Surip situasi liburan kuliah 2bulan waktu itu. Tapi, acara yang paling gw tunggu-tunggu akhirnya tiba juga, "OSPEK Ma-Ba". Nah klo di awal tahun, gw duduk dengan rambut botak baju formal hitam-putih dan aksesoris menyebalkan lainnya, tahun ini gw bisa berbangga diri dengan mengenakan Almamater Gundarma sebagai panitia PPSPPT bagian Rohani Katolik. Waktu istirahat menjadi saat bagi KMK untuk memperkenalkan diri kepada teman-teman Ma-Ba. Acara berlangsung dengan sangat meriah walau hanya berlangsung +- 1 jam.

Dan setelah liburan yang sangaaaat panjang, tanggal 20 September pun tiba. Saatnya memasuki tingkat 2 perkuliahan gw di Gunadarma. Berbagai pengalaman yang gw dapet di tahun pertama pastinya bisa gw jadikan acuan untuk lebih baik lagi di tingkat 2 ini. Apalagi, konon katanya kelas gw 2IA16 itu merupakan kelas unggulan di angkatan 2009 Xmalang. So, situasi belajar pun diharapkan lebih kondusif lagi dibanding di tingkat 1. Dengan berbekal pengalaman kuliah gw di tahun pertama, gw menatap tingkat 2 ini dengan rasa OPTIMIS.

Kamis, 18 November 2010

Pengalaman Pribadi: Masa SMA-ku

Masa-masa di SMA merupakan sesuatu yg punya kesan cukup mendalam bagi pribadi gw dan mungkin bagi kalian-kalian juga yg pernah melewatinya. Bersekolah di SMA tercinta Santa Maria Monica Bekasi Timur, Sekolah Katolik yang terkenal dengan kedisiplinannya terhadap siswa-siswinya tanpa pandang bulu. Guru-guru yang senantiasa mendampingi murid-muridnya dalam pelajaran. Sekolah yang mengajarkan Pendidikan Agama Katolik dari saya SD hingga SMA.


Logo SMA Santa Maria Monica, Bekasi Timur


Memasuki awal masa SMA di tahun 2006, duduk di kelas 10. Di sini adaptasi peralihan dari SMP ke SMA berjalan sekitar 1 bulan, masih dengan tampang imut dan polos menatap berbagai fasilitas dan ekskul yang ada di sekolah. Saat itu, bulan Agustus menjadi awal dimana berbagai persiapan menyambut
hari kemerdekaan RI hampir memenuhi seluruh aktivitas akademik yang terkadang terasa mengganggu juga. Suara latihan Marching Band di lapangan terdengar sampai ke kelas-kelas. Situasi belajar-mengajar terasa kurang kondusif. Ingin rasanya ikut bergabung dengan mereka-mereka saat itu. Namun apa daya, ternyata emang bagian gw cuma di kelas berkutat dengan buku-buku dan papan tulis.

Di bulan Agustus 2006, gw akhirnya dibaptis secara Katolik di sekolah gw sendiri, tepatnya di Aula SMA St. Maria Monica. Perjuangan iman yang membutuhkan proses cukup lama sejak gw belajar Agama Katolik dari SD sampai SMA ini. Berliku-liku masalah gw hadapi sebelum proses Pembaptisan ini. Dan dengan rasa bersyukur yang mendalam pada Tuhan Yesus, akhirnya gw diajak untuk menjadi pengikut-Nya. Romo yang membaptis gw saat itu, Romo Hendrikus dari Paroki Santo Arnoldus memberikan Sakramen Baptis pada diri gw dengan Wali Baptis Pak Siswanto, guru SMA gw sendiri. Mulai saat itu, pengalaman dan kehidupan iman gw sebagai orang Katolik yang nyata dimulai.

Kira-kira bulan September 2006, ada satu kebanggaan sendiri buat gw. Gw dan 2 kakak kelas dari kelas 11 dan 12 (lupa namanya.. maaf kk-kk >.<) diserahi tugas oleh Kepala Sekolah untuk mengikuti kompetisi Water Rocket (mudah2an ga salah nyebut) di PP IPTEK TMII. Bingung nan kaget, gw yg masih awam soal teori n praktikum FISIKA tiba2 diserahi tugas negara gini(lebayy..). Tapi, dengan semangat optimisme tinggi gw menerimanya dengan rasa bangga mewakili kelas 10. Berangkat hari minggu kira2 jam 7 pagi didampingi oleh Guru Fisika SMA kami, Mr.Blasius Kuminareng (kl yg ini gw pasti inget..). Tiba sekitar jam 9pagi, dipandu oleh Guide TMII ke ruangan perakitan Rocket. Kompetisi dimulai, gw dengan soknya baca-baca modul yang disediakan oleh panitia. Bingung??Udah pasti.. tapi dengan semangat45 gw coba pahami tu modul. Rakit sini rakit situ sambil celingak-celinguk tanya kk kelas gw (yg kelas 11) yang kebetulan dpt tmpt duduk di samping kanan gw. Detik demi detik, menit demi menit, roket air hasil rakitan gw jadi juga. Semua peserta selesai, digiring ke halaman luar PP IPTEK. Dan disinilah kompetisi yang sebenarnya dimulai, satu per satu roket air hasil rakitan peserta diluncurkan. Sistem penilaian didasarkan pada seberapa jauh dan seberapa tinggi roket air tersebut dapat meluncur. Ternyata banyak temen-temen peserta lain yang jauh lebih baik dalam merakit roket air. Alhasil, gw dan 2 kk kelas gw cukup mendapatkan ilmu yang lebih saja. Sertifikat di tangan, kiranya bisa menjadi modal ilmu yang berharga buat ke depannya nanti. Mr. Blasius juga ga kecewa-kecewa banget kok(mungkin dlm hatinya pengen ngamuk x yah??moga2 sih engga.. n.n). Kami ber-4 pulang ke Bekasi dengan ilmu yang mungkin suatu saat bisa diterapkan di masyarakat (untuk hal yg positif tentunya..).


Berikut foto lama masa SMA yang berhasil gw dapatkan:


Foto Lomba Paduan Suara dari 12 IPA (cowo2 ngumpet di belakang..hihi)




Foto Rekoleksi kelas 12 (Gw di pojok kanan bawah foto.. >.<)

Selesai dengan liku-liku kelas 10, suasana di kelas 11 lebih serius karena di sini mulai kepada 2 penjurusan, IPA atau IPS. Sehubungan gw emang lebih science dibanding metode hafalan di pelajaran IPS, yah masuklah gw ke kelas IPA. Sampe kelas 12, gw dan temen-temen anak IPA lainnya didampingi oleh pendamping gw waktu kompetisi kelas X, Mr. Blasius Kuminareng. Duduk di bangku kelas 12, penuh dengan perjuangan keras mempersiapkan Ujian Nasional yg selalu menjadi momok yang menakutkan bagi anak2 kelas 12 SMA saat itu dan mungkin sampai saat ini juga. Hari demi hari berkutat dengan buku-buku kumpulan soal UN tahun lalu, Try-Out tiap minggu. Dan tibalah hari penghakiman bagi seluruh anak SMA di negeri ini. Kelulusan siswa selama 3 tahun belajar di SMA hanya ditentukan dalam 5 hari? Pertanyaan itu selalu menjadi bahan perbincangan hangat baik bagi para guru maupun para murid. Tidak heran banyak kecurangan terjadi di berbagai daerah, dan jangan kaget kalau ternyata SMA-SMA Unggulan malah yang ternyata mengalami tingkat kegagalan yg cukup tinggi. Hal ini masih menjadi problema dari tahun ke tahun tanpa suatu solusi yang benar-benar berarti. Dengan penuh doa dan harapan, gw yakin suatu saat nanti akan muncul sebuah solusi yang tepat dari Depdiknas sehingga masalah pendidikan di negeri ini bisa tuntas. Sehingga dengan kualitas pendidikan yang lebih baik tentunya bangsa Indonesia ini bisa menatap masa depan lebih baik lagi.

Selesai mengerjakan soal-soal UN tersebut, dimulailah
1 bulan penantian menunggu sepucuk surat dari kantor POS yang dengan penuh harap akan berisi 5 huruf KAPITAL "LULUS". Entah kenapa proses pengiriman yang gw rasa terlalu lama itu membawa pengaruh positif atau malah negatif buat mereka yg menunggu, khususnya buat mereka yang SHOCK ketika 10 huruf terpampang pada kertas surat "TIDAK LULUS". Tangisan, kesedihan di sana-sini bahkan sampai ada yg KESURUPAN malah membuat suasana KELULUSAN jadi terasa hambar. Puji Tuhan, sekolah gw SMA Santa Maria Monica ini untuk pertama kalinya LULUS 100%. Gw dan seluruh angkatan 2006/2007 pastinya sangat-sangat BANGGA dengan hasil ini.


Yah itulah
masa SMA gw yang ga mungkin gw ceritain secara detail dan lengkap. Kondisi ekonomi Keluarga gw yg sempat terseok-seok di masa SMA karena banyaknya beban tanggungan hidup di Keluarga ini. Tapi sekali lagi, Mukjizat Tuhan terasa nyata dalam hidup gw. Terbukti gw yang dari keluarga dengan Ekonomi Menengah ini, mampu untuk berkuliah di salah Universitas Terkemuka. Aneh? ya, terkadang gw merasa seperti itu. Dan gw yakin Tuhan Yesus punya rencana indah buat gw selama gw terus mengisi hidup ini dengan sesuatu yg positif. Ya, inilah diri gw, Stefanus Enlik, 19 tahun, yang saat ini masih mengasah ilmu di bidang Teknologi dan Informasi.