#KlubStartup

Tampilkan postingan dengan label Tugas Soft Skill 3IA16. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Soft Skill 3IA16. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 April 2012

Narasi Cerita dan Storyboard Game "Super Mario Bros"

 Narasi Cerita dan Storyboard 

Game "Super Mario Bros"


Narasi Cerita

Permainan Super Mario Bros ini adalah permainan petualangan. Permainan ini terdiri dari dua karakter pemain yang dapat dipilih. Karakter pertama bernama Mario dan karakter kedua bernama Luigi. Mario memakai pakaian berwarna merah dan Luigi memakai pakaian berwarna hijau.
Pada awal permainan kita dapat memilih one player atau two player. Jika memilih one player kita bermain satu kali saja. Jika two player kita akan bermain dua kali, jika player 1 mati maka akan bermain lagi untuk player 2.
Misalnya kita memilih one player, maka akan langsung masuk ke arena bermain. Arena bermain terdiri dari beberapa tempat yaitu : 
1.     .( Level 1 – 0 )
Tempat pertama seperti di perbukitan. Di sana Mario masih bertubuh kecil, Mario bisa menjadi besar jika memakan jamur berwarna merah. Pada arena perbukitan ini Mario akan bertemu musuh berupa jamur coklat dan kura-kura hijau. Untuk mengalahkan musuh-musuh ini Mario harus loncat di atasnya. Jika tubuh Mario sudah besar dan mengenai musuh maka tubuh Mario akan berubah lagi menjadi kecil. Kemudian pada perjalanan Mario akan bertemu dengan kotak-kotak bata dan kotak tanda tanya(?). Di dalam kotak tanda tanya ini Mario bisa mendapatkan jamur untuk bertumbuh besar dan bisa mendapatkan poin. Jika sudah bertumbuh besar maka, Mario bisa berubah memiliki kekuatan bola api jika menemui bunga api. Setelah melewati arena perbukitan ini maka Mario akan menuju sebuah benteng untuk menyetorkan poin-poin yang Mario dapatkan. 

2.       ( Level 1 – 1 )
Tempat kedua seperti di ruang bawah tanah. Di dalam ruang bawah tanah ini suasananya gelap, tidak seperti di arena perbukitan yang seperti masih pagi. Di dalam ruang bawah tanah ini juga Mario akan menemui musuh berupa jamur berjalan dan kura-kura hijau. Setelah berjalan lagi Mario akan menemui musuh lagi berupa kura-kura berwarna merah. Setelah selesai maka akan keluar dari ruang bawah tanah ini dan akan masuk lagi ke benteng dan menyetorkan poin yang didapatkan. 

3.       ( Level 1 – 2 )
Tempat ketiga adalah seperti suasana pepohonan. Di tempat ini lumayan sulit karena Mario harus gesit dalam melompat. Karena pohon yang dilewati tingginya tidak sama. Di arena ini musuh yang ditemui Mario masih sama yaitu jamur berjalan, kura-kura hijau dan kura-kura merah. Jika sudah selesai pada arena ini maka Mario akan menyetor poinnya di benteng.

4.       ( Level 1 – 3)
Tempat keempat adalah seperti benteng api. Benteng ini adalah tempat Mario akan menghadapi raja kura-kura. Sebelum menghadapi raja kura-kura Mario akan menghadapi bola-bola api yang berterbangan. Jika dalam menghadapi benteng api ini Mario sudah bertubuh besar dan mempunyai kekuatan api maka hal ini adalah nilai plus bagi Mario, karena akan mempermudah perjalanan menghadapi raja. Namun jika Mario masih bertubuh kecil hal ini agak sulit, namun tidak perlu cemas karena pada benteng api ini Mario masih bisa mendapatkan jamur peninggi badan dan bunga api untuk mendapatkan kekuatan api. Jika Mario sudah menghadapi raja, Mario harus gesit melompat karena raja kura-kura melawan dengan melemparkan tiga bola api yang menyebar sekaligus. Mario harus melemparkan bola api bertubi-tubi ke tubuh raja kura-kura supaya raja kura-kura kalah. Jika berhasil mengalahkan raja kura-kura maka Mario dinyatakan menang dan mendapatkan sang putri.

5.       Setelah selesai dari benteng api maka akan masuk ke arena permainan pada level 2. Dan kurang lebih tempatnya sama seperti level 1.



Storyboard Super Mario Bros

 
      1             

 2
3
4


 
5


 
6
7


 
8

9

10

11
 


Video Gameplay Super Mario Bros :




Artikel ini diisusun untuk:
Tugas Softskill "Pengantar Teknologi Game" ke-2 kelas 3IA16
Dosen: Widiastuti

Anggota Kelompok:
  1. Enlik                                        52409462
  2. Erna Junita                               56409553
  3. Fatmawati Marwis Karim        50409442

Referensi:
http://www.youtube.com/
http://id.wikipedia.org/wiki/Super_Mario_Bros.
http://en.wikipedia.org/wiki/Super_Mario_Bros.
http://mario.nintendo.com/

Rabu, 14 Maret 2012

Intisari Animasi dengan 'Teknik Image'

 Intisari Animasi dengan 'Teknik Image'


Game dan animasi merupakan dua hal yang saling berkaitan satu sama lain. Jika ingin mempelajari pembuatan game, diharuskan menguasai teknik dan metode animasi. Begitu pula sebaliknya, jika ingin mendalami penggunaan animasi, maka haruslah memahami pembuatan game.

Oleh karena itu, pada mata kuliah "Pengantar Teknologi Game" ini ikut disertakan materi tentang teknik pembuatan animasi. Teknik animasi terbagi dalam 8 teknik sebagai berikut:
  1. Animasi Dengan Teknik Image
  2. Animasi Dengan Teknik Xoring
  3. Animasi Dengan Teknik Make
  4. Animasi Dengan Teknik Object Sprite
  5. Animasi Dengan Teknik Object Frame
  6. Animasi Dengan Teknik Frame
  7. Animasi Dengan Teknik BitBit
  8. Animasi Dengan Teknik Real-Time

Animasi dengan Teknik Image
Dari 8 teknik tersebut, teknik image merupakan teknik paling dasar dalam pembuatan animasi dimana beberapa buah gambar (image) dalam satu model dengan penempatan posisi yang berbeda digabungankan menjadi satu. Dengan teknik ini, gambar kelihatan bergerak yang pada dasarnya merupakan kumpulan dari beberapa gambar yang disusun secara berurutan dan dijalankan dalam waktu yang relatif singkat. Satuan yang biasa digunakan untuk perhitungan ini adalah Frame per Second (FPS), dimana semakin tinggi FPS maka semakin banyak gambar yang digunakan dalam waktu 1 detik.

 Contoh penggunakan Teknik Image:
6 buah image dijadikan sebuah animasi dalam format .gif




Selasa, 13 Maret 2012

Intisari Genre 'Fighting Game'

 Intisari Genre 'Fighting Game'

Fighting Game adalah salah satu genre video game dimana seorang player mengontrol seorang karakter di layar permainan dan melakukan pertarungan jarang dekat (close combat) dengan seorang lawan. Karakter-karakter yang dimainkan biasanya mempunyai kekuatan yang seimbang dan pertarungan dilakukan melalui pertarungan beberapa ronde dalam sebuah arena yang beragam. Player juga harus menguasai teknik-teknik dasar seperti menyerang, bertahan, serangan balik, serta melakukan beberapa teknik dasar tersebut dalam satu rentetan yang biasa dikenal dengan sebutan 'combo'. Sejak awal tahun 90-an, hampir semua Fighting Game menyediakan 'Special Attack' yang memungkinkan player untuk menggunakan teknik khusus yang berbeda dari teknik dasar melalui kombinasi tombol tertentu.



Di tahun 1991, genre Fighting Game mulai booming dan semakin populer sejak kemunculan Street Fighter II yang dikembangkan oleh 'Capcom'. Genre Fighting Game pun menjadi genre paling digemari karena unsur kompetitifnya di pertengahan tahun 90-an, khususnya pada bidang 'arcade'. Selama periode booming Fighting Game ini, muncul game-game serupa mengikuti jejak Street Fighter II, seperti Mortal Combat, Virtua Fighter, dan Tekken.


Di akhir tahun 90-an, genre Fighting Game khususnya dalam bidang arcade semakin berkurang playernya seiring dengan perkembangan home console video game. Dan di era Milenium baru ini, genre ini masih tetap populer, meskipun dalam proporsi yang lebih kecil daripada sebelumnya. Hal ini dikarenakan semakin populernya genre lain seperti RPG, Strategy, FPS, Action, dan Internet Multiplayer Gaming.


Disarikan dari:
http://en.wikipedia.org/wiki/Fighting_game






Senin, 30 Januari 2012

Rabu, 09 November 2011

Tugas Softskill Desain Pemodelan Grafik ke-1

Working With Images

Gambar perlu diolah terlebih dahulu sebelum dapat digunakan dalam sebuah desain. Misalnya seperti mengubah ukuran atau mengubah warna. Berikut ini, saya akan menjelaskan beberapa pilihan yang tersedia untuk seorang designer.


Resizing Images
Gambar perlu untuk diubah ukurannya sehingga gambar tersebut memiliki ukuran pixel yang cukup untuk memberikan kualitas yang lebih baik dari gambar aslinya. Memperbesar gambar digital umumnya menghasilkan penurunan kualitas. Tergantung pada pekerjaan dan tujuan utama, beberapa penurunan kualitas masih dapat dimaklumi, tetapi jika hal ini tidak terjadi, berarti gambar harus kembali di-scan pada resolusi yang lebih tinggi.

Ukuran Gambar
Ukuran gambar dapat diubah dengan mengubah ukuran dimensi pixel atau ukuran dokumen. Nilai-nilai ini terkait sehingga perubahan dalam satu menghasilkan perubahan yang lain, sebagai contoh, mengubah dimensi pixel juga akan mengubah ukuran gambar.
Ini berarti bahwa desainer dapat menetapkan gambar yang diperlukan resolusi - katakanlah 300 pixel per inci - dan mengubah gambarukuran dengan yang diminta, atau mengubah dimensi pixel untuk mengontrol ukuran file.





Channels
Setiap gambar digital mengandung beberapa channel yang berbeda yang masing-masing memegang informasi untuk setiap warna dari ruang warna yang berbeda yang digunakan untuk memproduksinya.

Gambar RGB
Gambar RGB yang dibuat dari tiga warna primer tambahan yaitu merah, hijau dan biru (Red Green Blue), dan memiliki tiga channel, satu untuk setiap warna. Ketika
dikombinasikan, saluran memberikan gambar penuh warna komposit. Sebuah gambar yang disimpan sebagai RGB lebih kecil dari file CMYK karena memiliki satu channel yang lebih sedikit. Untuk alasan ini, gambar RGB yang digunakan pada layar karena mereka memiliki ruang warna yang sama sebagai RGB layar. Mereka juga memiliki manfaat tambahan dimana RG lebih cerah dari CMYK dan ukuran file yang lebih kecil karena mengandung hanya satu saluran kurang.



Gambar CMYK
Image CMYK dibuat dari cyan, warna merah keungu-unguan, kuning dan warna hitam primer dan punya empat channel, satu untuk masing-masing warna. Ketika digabungkan, channel tersebut memberi komposisi gambar yang penuh warna.


Pemisahan Channel
Sebuah gambar digital dapat dipecah menjadi beberapa channel yang berbeda, dengan tujuan agar pengerjaan dan pengaturan dapat dilakukan secara terpisah.





Layers and Combining Images
Konsep dari penggunaan layer sudah ada pada bidang kesenian selama beberapa tahun. Desain grafik modern menggunakan layer foreground, midground, dan background untuk membuat kedalaman bidang, yang berlainan untuk pelukisan dan fotografi.