#KlubStartup

Rabu, 10 Oktober 2012

Bioinformatika: Hasil Perkawinan Biologi, Matematika, dan Teknologi Informasi



Sejarah

Bioinformatika, sebuah istilah yang sudah cukup lama dikemukakan yaitu sekitar pertengahan era 1980-an lalu. Namun demikian, penerapan Bioinformatika sebenarnya sudah dilakukan sejak era 1960-an. Lalu di era abad ke-21 ini, dimana teknologi internet sudah semakin memasyarakat, turut mendukung berkembangnya bioinformatika. Penyebaran software berbasis Bioinformatika melalui internet memudahkan para ilmuwan untuk mengakses software-software tersebut dan kemudian memudahkan pengembangannya.

Pengertian

Dari pengertiannya, Bioinformatika merupakan kajian yang memadukan disipilin biologi molekul, matematika, dan teknologi informasi (TI). Ilmu yang didefinisikan sebagai aplikasi dari alat komputasi dan analisa untuk menangkap dan menginterpretasikan data-data biologi molekul. Biologi molekul sendiri juga merupakan bidang interdisipiliner, mempelajari kehidupan dalam level molekul.


Cabang Ilmu

Bioinformatika mempunyai peluang yang sangat besar untuk berkembang karena banyak sekali cabang-cabang ilmu yang terkait dengannya. Cabang-cabang ilmu menurut sumber yang saya dapat diantaranya:
  1. Biophysics 
  2. Computational Biology
  3. Medical Informatics
  4. Cheminformatics, Genomics 
  5. Mathematical Biology
  6. Proteomics
  7. Pharmacogenomics
  8. Pharmacogenetics
Penjelasan masing-masing cabang ilmu tersebut, dapat dilihat pada sumber terkait.


Software Bioinformatika

Sehari-harinya bioinformatika dikerjakan dengan menggunakan software pencari sekuen (sequence search) seperti BLAST (Basic Local Alignment Search Tool), software analisa seken (sequence analysis) seperti EMBOSS (The European Molecular Biology Open Software Suite) dan Staden Package, software prediksi struktur seperti THREADER atau PHD atau software imaging/modelling seperti RasMol dan WHATIF.
Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa telah banyak software pendukung yang mudah diakses, open source, dan dapat dipelajari untuk mengembangkan Bioinformatika.

Penerapan Bioinformatika di Indonesia

Beberapa penerapan Bioinformatika di Indonesia, diantaranya sebagai berikut:
  1. Deteksi Jenis Kelamin
  2. Perkembangan Vaksin Hepatitis B Rekombinan
  3. Meringankan Kelumpuhan dengan Rekayasa RNA
Penjelasan masing-masing contoh di atas, dapat dilihat di sini

Penutup

Oleh karena kajian ilmu Bioinformatika yang masih sangat luas dan dapat dikembangkan lebih jauh, maka dalam beberapa waktu ke depan ini, dapat kita lihat bagaimana perkembangan Bioinformatika. Seiring dengan perkembangan teknologi internet, Bioinformatika akan semakin berkembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Twitter Bird Gadget